Saturday, May 14, 2011

Renungan: Bertobat dan dibaptis dalam nama Yesus

(Hari Minggu Paskah IV: Bacaan I: Kis 2:14a, 36-41; Bacaan II: 1 Pet 2:20b-25; Injil: Yoh 10:1-10)

Shalom!
Minggu ini kita mendengar kotbah Petrus untuk ''Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Kita tahu bagaimana pengalaman pertobatan dan pembaptisan dalam nama Yesus setiap orang berbeda dan juga bagaimana Allah selalu menyediakan kesempatan untuk bertobat dan bertobat lagi.
Dalam KGK 1257, 1213, 1215 dikatakan bahwa Tuhan sendiri mengatakan bahwa Pembaptisan itu perlu untuk keselamatan Bdk. Yoh 3:5.. Karena itu, Ia memberi perintah kepada para murid-Nya, untuk mewartakan Injil dan membaptis semua bangsa Bdk. Mat 28:19-20; DS 1618; LG 14; AG 5.. Oleh Pembaptisan kita dibebaskan dari dosa dan dilahirkan kembali sebagai putera-puteri Allah; kita menjadi anggota-anggota Kristus, dimasukkan ke dalam Gereja dan ikut serta dalam perutusannya Bdk. Konsili Firense: DS 1314; CIC, cann. 204, ? 1; 849; CCEO, can. 675, ? 1.. Sakramen ini juga dinamakan "permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus" (Tit 3:5), karena menandakan dan melaksanakan kelahiran dari air dan dari Roh, yang dibutuhkan setiap orang untuk "dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah" (Yoh 3: 5).
Terkadang sebagai orang sudah dibaptis dalam nama Yesus Kristus, kita tidak menyadari kasih karunia Allah yang diberikan pada kita, melalui kuasa kebangkitan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. Roh Kudus yang dicurahkan belum sepenuhnya mengubah hidup kita sehingga kita seringkali lupa bahwa kita telah mengucapkan janji baptis setiap Misa malam Paskah sejak kita dibaptis: berjanji untuk menolak setan, dosa dan segala kejahatan yang merongrong masyarakat dan sekaligus mengakui iman akan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus serta iman akan Gereja. Dalam KGK 1285 dikatakan "Berkat Sakramen Penguatan mereka terikat pada Gereja secara lebih sempurna, dan diperkaya dengan daya kekuatan Roh Kudus yang istimewa; dengan demikian mereka semakin diwajibkan untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus yang sejati, dengan perkataan maupun perbuatan" (LG 11) Bdk. Ocf praenotanda 2..
Untuk itu, dalam masa Paskah ini, Gereja mengingatkan kembali tawaran keselamatan dari Allah melalui pertobatan dan pembaptisan dalam nama Yesus.
Beberapa cara untuk melakukan pertobatan adalah:
1. mengubah pola pikir karena pola pikir ini sangat mempengaruhi tindakan/tingkah laku seseorang
a. menyadari dan mengakui bahwa Yesus sebagai Mesias, Yang telah bangkit menjadi Tuhan kita (Kis 2:36)
b. menyadari bahwa kuasa Roh Kudus dari Allah sendiri, bukan dari manusia, sebagai kasih karuniaNya.
2. mengubah tingkah laku; dengan menjadikan penderitaan Kristus sebagai teladan (1 Ptr 2:21)
a. bersedia menderita bagi Kristus dalam pelayanan
b. bersedia menderita bagi Kristus karena kehendak Allah
c. bersedia menderita bagi Kristus untuk mencapai kedewasaan rohani (Ibr 2:10), memperoleh berkat Allah (1 Ptr 4:14) dan menjadi berkat bagi orang lain (2 Kor 4:10-12)
d. bersedia menderita bagi Kristus sebagai akibat dari pengabdian kepada Kristus
Kerja bakti di Huilin Farm adalah salah satu contoh berkat kita kepada orang-orang cacat mental yang tinggal di sana. Ada banyak kesempatan dalam hidup kita sehari-hari yang bisa menjadi sarana untuk membagikan berkat yang kita miliki: waktu, tenaga, dan uang kepada orang lain.
Pembaptisan dalam Roh Kudus sebagaimana yang biasa dilakukan dalam Persekutuan Doa Karismatik Katolik, bukanlah Pembaptisan yang kedua melainkan sebuah doa untuk meminta pembebasan Roh Kudus yang sepenuhnya sehingga bisa dengan bebas dan leluasa berkarya dalam hidup kita. Bagi yang ingin membaca tentang pengalaman saya tentang Pembaptisan dalam Roh Kudus, bisa dibaca di:http://anastasialindawatimm.blogspot.com/2009/06/sharing-pengalaman-berdoa-dalam-bahasa.html
Melalui pertobatan dan pembaptisan dalam nama Yesus, kita diubah menjadi manusia baru, yang dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus, yang membimbing kita untuk melakukan kehendak-kehendak Tuhan, sehingga kita mempunyai hidup dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10) dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Guangzhou, 15 Mei 2011


Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.
Let’s do simple things with simple love to make God’s love visible

P.S. Materi renungan ini dari HSM Surabaya, ditulis ulang untuk Komsel Zhongda pada 15 Mei 2011

No comments:

Post a Comment