Berjalan Bersama Sang Sabda 12 Okt 2011



(Rm 2: 1-11, Mzm 62:2-3,6-7,9, Luk 12: 42-46)

42Jawab Tuhan: ''Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? 43Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 44Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 45Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, 46maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

Hamba yang setia melakukan tugasnya dengan baik ketika tuannya ada di tempat ataupun tidak. Sedangkan hamba yang tidak setia justru melakukan kejahatan ketika tuannya tidak berada di tempat.

Naluri untuk melakukan kejahatan, besar atau kecil, bisa muncul kapan saja, melalui perkataan maupun perbuatan. Di sisi lain, kita dipanggil untuk setia pada hal-hal yang kecil maupun yang besar. Diperlukan disiplin untuk selalu mengarahkan diri pada kesetiaan pada tanggungjawab, ada atau tidak ada orang lain karena kitalah yang akan memetik buah dari kesetiaan kita. (abl)

Pertanyaan Refleksi:

1. Apakah saya setia pada tanggungjawab saya, baik sebagai orang tua, anak, saudara, bawahan, atasan, anggota gereja dan masyarakat?

2. Apakah yang bisa saya lakukan untuk lebih setia sesuai dengan status hidup saya?