Liputan: Penataran Jurnalistik


Senin, 30 Agustus lalu (1993), Paroki Katedral (Bogor), Komisi Komsos (Keuskupan Bogor) dan Mingguan HIDUP mengadakan Penataran Jurnalistik: Pengelolaan Majalah (di Paroki), bertempat di SMKK Baranangsiang (Bogor).

Adanya keinginan untuk meningkatkan profesionalisme di kalangan jurnalis di lingkup Keuskupan dan mendorong timblnya majalah-majalah baru melatarbelakangi timbulnya ide untuk mengadakan penataran ini.

Acara, yang diikuti oleh 22 orang peserta, ini dibuka dengan laporan Pimpinan Proyek, Sdri. Lindawati, yang dilanjutkan dengan sambutan dari P.E. Azismardopo, SJ selaku Pemimpin Umum Mingguan HIDUP. P. Agustinus Suyatno, Pr juga berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka penataran ini dengan “Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, Amin.”

Materi yang diberikan adalah Majalah Paroki sebuah Modal, Menyiapkan Bahan Berita, Pewartaan Melalui Media Massa dan Mengenal Artistik. Untuk lebih mengena, peserta diberi kesempatan untuk tugas praktek dengan membuat tulisan dan kemudian dievaluasi oleh team dari Mingguan HIDUP.

Team dari Mingguan HIDUP terdiri dari P.E. Azismardopo, SJ, Budi Santosa Johanes, Sylvia Marsidi, dan Floren E. Susanto.

Pada acara pembukaan dinatara para peserta, team dari Mingguan HIDUP dan panitia juga tampak P.Y. Hardjono, Pr, yang sengaja diundang oleh panitia karena penataran ini merupakan hasil penjajagan ketika beliau masih menjadi Pastor Paroki Katedral.

Dalam usulan kegiatan setiap dewan paroki, dewan stasi, redaksi majalah dapat mengirimkan wakil untuk mengikuti penataran ini paling banyak lima orang, sedangkan usulan kegiatan yang dikirimkan sebanyak 21 buah ditambah tiga buah undangan khusus, yang berlaku maksimum untuk dua orang. Jadi bila semua yang mendapat undangan mengirimkan wakilnya sesuai jumlah maksimumnya, akan ada 111 peserta tetapi ternyata hanya 25 orang yang mendaftar (tetapi tiga orang tidak hadir).

Sebagian peserta menyatakan materi yang diberikan dalam penataran ini cukup baik dan bahkan meminta agar kegiatan ini dilanjutkan. Sedangkan penyelenggaraannya juga cukup memuaskan (meskipun panitianya hanya 3 orang, red.).

Acara yang dipandu oleh Sdri. Lucia ini berakhir pukul 18.00 WIB, molor satu jam dari waktu yang direncanakan.

Penataran, yang diikuti oleh wakil-wakil dari Stasi St. Andreas Ciluar, St. Yohanes Baptista Parung, Paroki Sukasari, Paroki Katedral, Paroki St. Paulus Depok, dan Redaksi Mekar ini telah berakhir. Akankah harapan bagi peningkatan profesionalisme dan munculnya majalah-majalah baru akan terwujud? Hanya peserta yang bisa menjawabnya. (ab).

P.S. Dimuat di Gema Keuskupan Berita Paroki Sukasari Keuskupan Bogor Oktober 1993