Sharing: Renewal of Vows


(terjemahan sharing ini tersedia di bagian bawah)

            My community, orientation team and I started to discern for my renewal of vows last February 2012.  Here is part of my discernment: My relationship with God still grows through many simple experiences.  In consolation after a simple prayer, in getting sunny days during my laundry days, and in having God’s chosen community. Thanks be to God.  By setting aside a certain time for Jesus prayer, help me to manage my time during the day so I can be as generous as possible to the need of others.  I realize that I only can do simple things with simple love as I am forgetful, have self-interest and habits.  I am called to hold the differences in love and prayers.  One of my favourite quotations is from Jean-Marie Howe: ”...We must let ourselves be plowed so that the furrows of our person become deeper and deeper, so that our earth becomes softer and softer.  This is something our being craves, but this plowing is kenosis (emptying, ...) and kenosis is not easy.  In the measure that our being becomes porous, open, grace can penetrate to us....”...  I am so grateful for my first mission phase experiences in China region as God gives me more than I ask or imagine in my relationship with God, community, personal, language study and ministry life, especially after the death of my beloved father, so that I still can move forward in my Maryknoll journey, to be the Maryknoll Sister as God wants me to be. 
Our Congregational Leadership Team gave approval to renew my vows for four years.  My renewal of vows was celebrated during the Indonesian Sunday Mass at Christ the King Chapel, Causewaybay-Hong Kong on Aug 5, 2012 as part of vocation promotion during our centennial year. 
It’s heavy raining that morning so I only could pray, “Lord, You know it’s not convenience to bring the luggage in raining day, so please stop the rain when it’s time to leave our house.”  Around thirty minutes later, the rain stopped and fortunately, Sr. Michelle stopped by with fruits basket and hand bouquet, prepared by Sao Fong, before Lihuan and I left so we got a ride instead of going by bus.  Lihuan came from Quanzhou-Fujian to attend the celebration.  At the same time, several Indonesians worked in setting up the hall of St. Paul Convent School for the reception including the display board of Maryknoll Sisters.  Jatous, the leader of Indonesian Catholic Community Saturday Group, with the help of several women took care of our centennial banner.  In the other side of the compound, several dancers were being made up.  
There were more than two hundreds thirty people, mostly the Indonesian domestic workers, from various nationalities: Indonesia, PRC, Hong Kong SAR, Vietnam, USA, Italy, British and the Philippines, attended the Mass.  It was celebrated in English with several parts in Indonesian, by Fr. Michael Sloboda, MM and Fr. Peter Zhao.  The two lectors and reader of prayer of the faithful were Indonesians.  There were pink booklets for the Indonesians and blue booklets for the English speakers.  The Sisters of St. Paul arranged pink ambiance in that beautiful chapel.  Rano, SVD gave welcome note and introduction before the Mass.  The choir, led by Yustin with three musicians: Mr. Ferry, Andri and Monty, sang the Ordinarium in Greek and Latin besides several Indonesian songs, including my favourite song “JanjiMu sperti Fajar (=Your promise is like a dawn, http://www.youtube.com/watch?v=AT1JWhDOJos),” beautifully.  Here is the link for the homily:  http://anastasialindawatimm.blogspot.com/2012/08/homily-renewal-of-religious-vows-2012.htmlJulian help to take video of this celebration and Elly was prepared to be translator if anyone wanted to know more about Maryknoll Sisters.
After profession of faith, Sr. Michelle called me forward in front of the altar.  I professed my religious vows calmly:  I, Sister Anastasia Birgitta Lindawati Padmadewi, Oei, in the presence of Sister Michelle Reynolds, delegate of President of the Maryknoll Sisters, vow chastity, poverty, and obedience to God for four years according to the Constitutions of the Congregation of the Maryknoll Sisters of St. Dominic. I promise to live simply and obediently as a celibate woman in community, striving to follow the Gospel and committing my life in service to the universal mission of the Church.”  My leg started to shake when listening to the response of my Maryknoll Sisters.  The night before, I prayed (again, as I prayed it in the night before my first profession of vows), “God, if You want me to be a Maryknoll Sister, please don’t let me cry.”  Thanks God I didn’t cry that day!   I also calmly delivered my thank you note: http://anastasialindawatimm.blogspot.com/2012/08/sharing-thank-you-note-renewal-of.html.
My Maryknoll Sisters Maureen, Marilu, Agnes, Joseph Lourdes and Ha brought the offerings: two pink candles, bread and wine and fruit baskets.  Sr. Flora, RGS and Sr. Lidwina, SPC were the Eucharistic Ministers.
After several group pictures by Margaretha and Bambang, the priests, sisters, and I were welcomed to the hall by a welcome dance, including giving me a “songket” shawl.  Rano, SVD and dr. Subiyanto, the MCs, gave the welcome note to the reception and Fr. Michael Sloboda, MM led the English opening prayer.   The first two dances were “Tari Maengket (=Maengket Dance)” from Menado http://www.youtube.com/watch?v=WBS42wkSkV8 and “Tari Tomepare (=Tomepare Dance)” from Toraja.  I gave a presentation about Maryknoll Sisters in Indonesian including translating the introduction of the five sisters who were presence.  Margaretha, the leader of the Indonesian Catholic Community Sunday group, sang a Cantonese song, “Yan yao ho sam (about Mary who choose to sit and listen to Jesus’ teaching)” followed by “Tari Ngarujeng (=Ngarujeng Dance)” from Java.  Several of us joined “Tari Gawi (=Gawi Dance)” from Ende before Cantonese closing prayer by Sr. Sue.  It’s a joyful and fun celebration!
   Compilation of pictures of this event can be watched at: http://www.youtube.com/watch?v=hbXzh5BgbQY&feature=youtu.be and the video can be watched at: https://www.dropbox.com/s/uob2x4ym543za3h/Sr.%20Anas.mov
Once again, thank you very much for all of your help, presence, cards, e-cards, gifts, support and especially your prayers.  May God continue to bless your missionary journey. 

           Komunitas, tim orientasi dan saya mulai membicarakan tentang pembaharuan kaul sejak Februari 2012. Berikut ini adalah sebagian dari refleksi saya: Hubungan saya dengan Tuhan masih tumbuh melalui banyak pengalaman-pengalaman sederhana. Melalui penghiburan setelah berdoa singkat, melalui hari-hari cerah sewaktu saya mencuci baju, dan melalui komunitas yang ditentukan oleh Allah sendiri. Syukur kepada Allah. Dengan menyisihkan waktu untuk doa Yesus, saya terbantu untuk mengatur waktu sehingga dapat lebih siap untuk membantu orang lain. Saya menyadari bahwa saya hanya dapat melakukan hal-hal sederhana dengan kasih yang sederhana karena saya pelupa, memiliki keinginan pribadi dan kebiasaan-kebiasaan. ... Saya dipanggil untuk menanggung perbedaan dalam kasih dan doa. Salah satu kutipan favorit saya adalah dari Jean-Marie Howe: "... Kita harus membiarkan diri kita dibajak sehingga alur-alur pribadi kita menjadi lebih dalam, sehingga bumi diri kita menjadi lebih lembut. Ini adalah suatu pekerjaan membentuk diri, tapi membajak ini adalah kenosis (pengosongan, ...) dan kenosis tidak mudah. Karena dengan menjadi keropos, terbuka; rahmat dapat menembus ke dalam diri kita.... "... Saya sangat bersyukur untuk semua pengalaman selama misi fase pertama di regio Cina karena Tuhan memberi saya lebih dari yang saya doakan atau pikirkan dalam hubungan saya dengan Tuhan, orang lain, diri sendiri, pelajaran bahasa dan pelayanan, terutama setelah kematian papa tercinta, sehingga saya masih bisa melanjutkan perjalanan saya, untuk menjadi suster Maryknoll sebagaimana yang Tuhan inginkan untuk saya jalani.
         Tim Kepemimpinan Kongregasi kami  memberikan persetujuan kepada saya untuk memperbaharui kaul selama empat tahun. Pembaharuan kaul saya dirayakan bersamaan waktunya dengan  Misa Minggu umat Indonesia di Kapel Kristus Raja, Causewaybay-Hong Kong pada 5 Agustus 2012 sebagai bagian dari kegiatan promosi panggilan sehubungan dengan seratus tahun Kongregasi kami.
            Pagi itu hujan deras, jadi saya hanya bisa berdoa, "Tuhan, Engkau tahu, tidak nyaman untuk membawa koper dalam hujan, jadi tolong hentikan hujan ketika tiba saatnya kami berangkat." Sekitar tiga puluh menit kemudian, hujan berhenti dan tidak diduga, Sr. Michelle datang dengan keranjang buah dan buket bunga, yang disiapkan oleh Sao Fong, sebelum Lihuan dan saya meninggalkan rumah sehingga kami tidak jadi naik bis. Lihuan datang dari Quanzhou-Fujian untuk menghadiri perayaan ini. Pada saat yang sama, beberapa orang Indonesia telah berada di St. Paul Convent School untuk menyiapkan tempat resepsi, termasuk papan perkenalan Maryknoll Sisters. Jatous, ketua Komunitas Katolik Indonesia Kelompok Sabtu, dengan bantuan beberapa orang, memasang spanduk seratus tahun Maryknoll Sisters. Di sisi lain dari aula, beberapa penari sedang berdandan.
            Ada lebih dari dua ratus tiga puluh orang, sebagian besar buruh migran Indonesia, dari berbagai negara: Indonesia, RRC, Hong Kong SAR, Vietnam, Amerika Serikat, Italia, Inggris dan Filipina, yang menghadiri Misa.  Misa dirayakan dalam bahasa Inggris dengan beberapa bagian dalam bahasa Indonesia, oleh Rm. Michael Sloboda, MM dan Rm. Peter Zhao. Bacaan pertama dan kedua serta doa umat dalam bahasa Indonesia. Disediakan buklet pink untuk orang Indonesia dan buklet biru untuk berbahasa Inggris. Para suster St. Paul mendekorasi kapel dengan warna merah muda. Fr. Rano, SVD memberikan kata sambutan dan pengenalan Misa dua bahasa ini. Paduan suara, yang dipimpin Yustin dengan tiga pemusik: Pak Ferry, Andri dan Monty, menyanyikan Ordinarium dalam bahasa Yunani dan Latin selain lagu-lagu Indonesia, termasuk lagu favorit saya "JanjiMu sperti Fajar (http: / / www.youtube.com/watch?v=AT1JWhDOJos), " dengan merdu. Berikut ini website untuk homilinya: http://anastasialindawatimm.blogspot.com/2012/08/homily-renewal-of-religious-vows-2012.html.  Julian membantu mengabadikan perayaan ini dengan video-nya dan Elly telah siap menjadi penerjemah bagi mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Maryknoll Sisters.
            Setelah Syahadat Para Rasul, Sr. Michelle memanggil saya untuk maju di depan altar. Saya mengucapkan pembaharuan kaul dengan tenang: "Saya, Suster Anastasia Birgitta Lindawati Padmadewi, Oei, di hadapan Suster Michelle Reynolds, mewakili Presiden Maryknoll Sisters, mengucapkan kaul kemurnian, kemiskinan dan ketaatan kepada Allah untuk empat tahun menurut Konstitusi Kongregasi Maryknoll Sisters of St. Dominic.  Saya berjanji untuk hidup sederhana dan taat sebagai wanita selibat dalam komunitas, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti Injil dan mendedikasikan hidup saya untuk pelayanan misi universal Gereja."  Kaki saya mulai gemetar ketika mendengarkan respons para suster Maryknoll.  Malam sebelumnya, saya berdoa (lagi, karena saya juga berdoa yang sama di malam sebelum kaul pertama saya), "Tuhan, jika Engkau ingin saya menjadi seorang suster Maryknoll, jangan biarkan saya menangis." Puji Tuhan, saya tidak  menangis hari itu! Saya juga dengan tenang menyampaikan rasa terima kasih: http://anastasialindawatimm.blogspot.com/2012/08/sharing-thank-you-note-renewal-of.html.
          Sr. Maureen, Sr. Marilu, Sr. Agnes, Sr. Joseph Lourdes dan Sr. Ha membawa persembahan: dua lilin merah muda, roti dan anggur serta buah.  Sr. Flora, RGS dan Sr. Lidwina, SPC bertugas sebagai Pembagi Komuni.
                Setelah foto bersama oleh Margaretha dan Bambang, para imam, para suster, dan saya disambut oleh tarian selamat datang untuk memasuki aula, termasuk memberi saya sebuah selendang songket. Fr. Rano, SVD dan dr. Subiyanto, kedua MC, membuka acara resepsi dan dilanjutkan dengan doa pembukaan dalam bahasa Inggris oleh Rm. Michael Sloboda, MM. Dua atraksi pertama adalah "Tari Maengket" dari Menado http://www.youtube.com/watch?v=WBS42wkSkV8 dan "Tari Tomepare" dari Toraja. Saya memberikan presentasi tentang Maryknoll Sisters dalam bahasa Indonesia termasuk menerjemahkan perkenalan lima orang suster Maryknoll yang hadir. Margaretha, ketua Komunitas Katolik Indonesia kelompok Minggu, menyanyikan sebuah lagu Cantonese berjudul “Yan yao ho sam (tentang Maria yang memilih duduk mendengarkan perkataan Yesus)”, diikuti dengan "Tari Ngarujeng" dari Jawa. Beberapa orang diundang menari “Tari Gawi" dari Ende sebelum ditutup dengan doa dalam bahasa Cantonese oleh Sr. Sue. Umat diberi kenang-kenangan ballpoint peringatan seratus tahun Maryknoll Sisters dan disuguhi snack yang sudah dipesan jauh hari sebelumnya oleh Chris.  Sebuah perayaan yang meriah dan penuh sukacita!
     Kumpulan foto acara ini dapat dilihat di: http://www.youtube.com/watch?v=hbXzh5BgbQY&feature=youtu.be dan video-nya dapat dilihat di://www.dropbox.com/s/uob2x4ym543za3h/Sr.%20Anas.mov 
     Sekali lagi, terima kasih banyak untuk semua bantuan, kehadiran, kartu, email, kado, dukungan dan terutama doa-doanya. Semoga Tuhan terus memberkati perjalanan misionaris Anda.
                     
Macau, 15 Aug, 2012


Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.
Let’s do simple things with simple love to make God’s love visible