Renungan Adven 18 Des 2015: Menunggu dalam Pengharapan yang penuh Harapan

Renungan di bawah ini merupakan terjemahan dari   http://adventreflections.com/advent-day-20-waiting-in-hopeful-expectation/

Kita adalah orang-orang Adven - orang-orang yang menunggu.
Sesuatu (atau lebih tepat seseorang) akan datang, dan hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah menunggu dengan pengharapan yang penuh harap.
Para nabi besar Adven mengatakannya sebagai berikut: “
Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.” (Yesaya 64:8).
Apakah dengan demikian kita tidak melakukan apapun? Kita duduk seperti gumpalan daging menunggu Allah untuk melakukan sesuatu dalam hidup kita? Tidak.  Sebenarnya ada hal yang sangat "aktif" tentang menunggu.

Apakah kamu ingat betapa kamu  bersemangat dan penuh perhatian ketika menunggu kedatangan seseorang?  Kamu mengawasi dengan penuh harap setiap mobil yang lewat ketika kamu menunggu di bandara.  Semua indra tersedot pada apa yang sedang terjadi; pikiranmu penuh dengan pengharapan.  Ragamu melompat.  Saya pikir, beginilah menunggu dalam arti spiritual; inilah mood Adven.
Berikut ini beberapa saran praktis selama waktu yang tersisa dalam menunggu. Pertama periksalah batinmu secara teratur. Sadari berapa besar dan kekuatan dosa dalam hidupmu, khususnya perhatikan pada dosa-dosa yang kambuh kembali. 
Kedua, berdoa. Brevir, membaca Kitab Suci, rosario, adorasi, doa Yesus-apapun yang cocok untukmu.  Tetapi bersandar pada Allah dengan perhatian khusus selama beberapa hari terakhir Adven.


Ketiga, meminta maaf. Mintalah maaf kepada orang yang sudah terluka karena dosamu.  Tidak ada cara lain yang lebih baik untuk mencapai ketidakberdayaan kita di hadapan Allah.