Renungan Minggu Adven IV 2015: Daud yang baru

Renungan di bawah ini merupakan terjemahan dari

Di samping Musa dan Abraham, Daud adalah sosok yang sangat penting dalam Perjanjian Lama.  Kerajaannya mewakili pemenuhan dari sedemikian banyak harapan bangsa Israel dan sinonim dengan damai serta kekuasaan.
Daud juga telah menerima janji yang luar biasa, yang dicatat dalam Kitab Kedua Samuel.  Allah memberitahu Daud melalui nabi Natan bahwa keturunannya tidak akan berakhir, dan anak laki-lakinya akan berkuasa selamanya.
Selama kurun waktu pemerintahan Daud, bangsa Israel masih dihantui oleh raja besar dan bahkan oleh janji yang lebih besar.  Segera setelah masa Daud, kerajaannya tercerai berai, dan para raja di utara dan selatan terbukti mempunyai karakter yang cukup menyedihkan.  Tetapi rakyat, yang dipengaruhi oleh para nabi, masih berharap pada kehadiran raja yang berasal dari keturunan Daud.
Hal ini merupakan harapan yang disampaikan oleh salah satu nabi, Mikah, seorang peramal yang hidup dan menulis pada abad ke-8 sebelum Masehi, sekitar 250 tahun setelah Daud.  Menghubungkan sabda Allah, Mikha mengatakan, “ hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” (Mi 5:1) Mengapa Bethlehem? Karena Betlehem adalah kota Jesse, kota Daud.  Sepanjang sejarah Israel, Betlehem adalah tempat yang kecil, “daerah pinggiran” Yerusalem yang tidak penting, tetapi merupakan kota Daud, dan dijanjikan bahwa seorang keturunan Daud akan menjadi penguasa besar.
Di bawah kekuasaan Daud, yang pendek dan bersinar, Israel bersatu tetapi setelah kematian Daud, bangsa Israel terpecah.  Mimpi bangsa Israel adalah Daud yang baru akan menyatukan bangsa Israel.
Tetapi kemudian ada mimpi yang lebih besar.  Dengarkan kembali pada Mikha: “Sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.” Israel yang bersatu akan menjadi magnet yang akan menarik seluruh dunia.  Ketika seluruh dunia berada di bawah kekuasaan Daud, semua akan baik.

Semua ini menjadi tanda bagi kita, siapa Yesus itu dan apa misinya.  Lihatlah bagaimana dia menyatukan semua suku Israel melalui seluruh hidup publiknya, menjumpai wanita di sumur, orang yang lahir buta, Zakheus, dan orang yang kerasukan di Gerasa.  Dia berinteraksi dalam persaudaraan yang terbuka.  Dia menyembuhkan dan mengampuni.  Dia bukan sekedar baik dan seorang teman; tetapi dia melakukan apa yang diharapkan dari seorang Penyelamat dari keturunan Daud.  Dia menyatukan bangsa Israel dalam kerajaan Allah yang baru.