Renungan Adven 23 Des 2015: Pelajaran Besar dari Betlehem

Renungan di bawah ini merupakan terjemahan dari

Nabi Mikha mengatakan bahwa Bethlehem-Efrata “terlalu kecil diantara kaum-kaum Yehuda” tetapi “daripadamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel” (Mi 5:1). Mikha adalah salah satu nabi kecil jadi cukup beralasan bahwa dia berkata mengenai kota kecil, Betlehem, dimana Sang Mesias yang besar akan lahir. 
Betapa hal ini sangat umum dalam Kitab Suci: pembalikkan pengharapan, yang kecil membangkitkan yang besar, hal yang sangat bagus datang dari yang sangat tidak diharapkan.  Musa yang gagap berbicara kepada Firaun yang agung, para budak mempermalukan prajurit Mesir, Daud yang kecil membunuh raksasa Goliat.
Hal yang terakhir ini merupakan hal yang penting.  Betlehem adalah kota Daud, kota gembala Raja.  Ketika Samuel sampai di kota ini untuk menemui raja yang baru, dia telah melihat semua anak laki-laki Isai tetapi kemudian diberitahu masih ada satu lagi, si bungsu Daud, yang sedang berada di padang gembala.  Dan yang tidak terlihat inilah yang diurapi oleh Allah.
Seperti inilah cara Allah, dan karenanya Mesias lahir di kota kecil, di dalam gua yang terpencil, karena tidak ada kamar untuknya di penginapan.  Tetapi melalui rahmat Allah yang luar biasa, hal yang luar biasa bisa terjadi, termasuk lahirnya Sang Mesias.

Betlehem, kota yang kecil dan tidak penting, mengajar kita tiga hal besar: hal besar berasal dari hal kecil, jangan pernah menyerah, dan selalu percaya.  Dengan tiga kepercayaan ini dalam hati kita, kita siap menyambut Hari Natal.