Renungan Adven 24 Des 2015: Jangan Takut!

Jangan Takut

Renungan di bawah ini merupakan terjemahan dari

Homily Natal yang pertama disampaikan di bukit Yehuda, yang mengelilingi kota Betlehem, yaitu kabar gembira yang disampaikan oleh seorang malaikat pada malam Natal.
Kata pertama yang dikatakan oleh malaikat adalah “Jangan takut!” Frase ini bertebaran dalam Kitab Suci!  Ketika sesuatu dari demensi yang lebih tinggi memasuki dunia kita, dia biasanya mengatakan, “Jangan takut.” Paul Tillich, seorang teolog Protestan terkenal, menyatakan bahwa ketakutan adalah persoalan yang mendasar, ketakutan mengikat hampir semua bentuk ketidaknormalan manusia.  Kita melindungi diri sendiri ketika ketakutan, kemudian kita berlaku kasar kepada orang lain.  Jika Natal berarti Allah bersama kita, bahwa Allah diantara kita, bahwa Allah dekat, maka seharusnya kita tidak menjadi takut.
Malaikat mengatakan, “Jangan takut, sebab sesuangguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.” (Luk 2:20) Malaikat ini adalah penginjil besar pertama, karena dia mengatakan kabar gembira dan kabar ini untuk semua orang.  Beberapa waktu kemudian, Yesus mengatakan kepada para muridNya untuk mengatakan kekuasaanNya sampai ke ujung dunia.
Apa sebenarnya kabar gembira?  Malaikat mengatakan kepada kita,  “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.” (Luk 2: 11) Mengapa Daud ditekankan?  Daud bersama dengan Abraham dan Musa adalah tokoh yang sangat penting dalam sejarah Israel.  Dia lahir di Betlehem dan tiga puluh tahun kemudian menjadi raja, pertama di Hebron atas suku-suku selatan dan kemudian di Yerusalem atas seluruh bangsa Israel. Dia adalah raja yang menyatukan Israel, yang mengalahkan musuh-musuh rakyat dan yang membawa tabut perjanjian ke Yerusalem.
Bersama dengan berlalunya waktu, muncul kepercayaan diantara bangsa Israel bahwa keturunan misterius Daud akan menjadi raja, tidak untuk suatu waktu tertentu dan tidak untuk kurun waktu indrawi, tetapi akan berkuasa selamanya dan untuk semua bangsa.

Raja orang Yahudi akan menjadi raja dunia: Sang Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan.