Renungan 2016: Hari Minggu Palma

Renungan di bawah ini merupakan terjemahan dari http://www.lentreflections.com/

Seorang Raja dan Seekor Keledai

Seekor keledai di jaman Yesus lebih berarti bila dibanding jaman sekarang: binatang kecil yang rendah hati, sederhana dan tidak berlagak, digunakan oleh orang biasa untuk mengerjakan pekerjaannya.  Orang yang kaya dan berkuasa mungkin mempunyai kuda atau sapi, sedangkan para pemimpin politik mungkin menunggang kuda kenegaraan, tetapi tidak seorang pun dari mereka akan menunggang keledai.

Sepanjang karir publiknya, Yesus menolak ketika orang-orang memanggilnya Mesias.  Dia dengan tegas meminta mereka untuk diam.  Ketika mereka datang untuk menjadikannya Raja, dia menyingkir.

Tetapi dia bersedia untuk dinyatakan sebagai Raja ketika menuju Yerusalem dengan menunggang keledai. Pesan Injil dengan jelas menyatakan bahwa ini tidak sekedar seekor keledai, ini adalah seekor anak keledai, yang belum pernah ditunggangi orang. Ini adalah keledai muda yang tidak berpengalaman dan tidak mengesankan. Ini adalah binatang yang dikendarai Yesus menuju ke kota dengan kemenangan.  Dengan kata lain, dia bukan Raja biasa, dia bukanlah Mesias yang mereka harapkan.

Marilah kita sekarang melihat lebih dekat pada binatang tersebut.  Yesus mengatakan kepada dua muridNya untuk pergi ke kampung untuk menemukan binatang tunggangan. “Jika ada orang yang bertanya kepadamu, jawablah begini, ‘Tuhan memerlukannya” (Mat 21:3). Keledai rendah hati, yang dipaksa untuk melayani, adalah model pemuridan.  Tujuan hidup kita bukanlah untuk menarik perhatian pada diri kita sendiri, untuk memiliki karir yang sangat cemerlang atau untuk memeperbesar ego kita.  Tetapi tujuan kita adalah melayani kebutuhan Tuhan – untuk bekerjasama sesuai dengan kebutuhan karyaNya.

Apakah tugas keledai?  Dia adalah “Christopher,” pembawa Kristus. Dia membawa Tuhan menuju Yerusalem, membuka jalan untuk sengsara dan penebusan dunia.  Adakah orang yang akan secara khusus memperhatikannya?  Mungkin tidak ada, kecuali mungkin menertawakan binatang yang lucu ini. 


Tugas setiap murid sama, yaitu menjadi seorang “Christopher,” pembawa Kristus kepada dunia.  Mungkinkah kita tidak diperhatikan?  Ya.  Mungkinkah kita ditertawakan? Pasti.  Tetapi Tuhan memerlukan kita, maka kita melakukan tugas yang penting ini.