Renungan 2016: Kamis Putih

Renungan di bawah ini merupakan terjemahan dari http://www.lentreflections.com/

Pengajaran Yesus yang Terakhir

Yesus memberi pengajaran yang aneh kepada pada muridNya pada malam sebelum kematianNya.  Ini adalah wasiatNya yang terakhir.  Dalam pembicaraan yang tidak teratur ini, Yesus memberitahukan kepada mereka untuk terakhir kalinya tentang visiNya, yaitu tentang dunia dimana ketakutan akan maut telah dikalahkan.    

Sejak awal pelayananNya, Yesus mengajar tentang kasih ilahi, yang mengasihi kita tanpa syarat, bahkan melalui teror dan kegelapan maut, yang mencari kita bahkan ketika kita mengembara jauh. Sama seperti ketika Dia menuju rasa malu dan menyingkir dari dosa sebagai upaya untuk membawa terang kepada para pendosa, sekarang Dia akan menuju pada kegelapan maut sebagai upaya untuk menunjukkan jalan untuk melaluinya.

Yesus akan meninggalkan dunia ini dan Dia berdoa agar para muridNya mengetahui bahwa mereka bukan dari dunia ini.  Seperti apa dunia ini?  Lihatlah sekeliling Anda.  Ketakutan akan maut itu seperti awan, seperti bayangan mengerikan yang jatuh di atas hidup dan pengalaman manusia.  Semua dugaan kita akan rasa takut merupakan refleksi dan bagian dari rasa takut awali. Ini membuat kita kaku, membelokkan kita dari diri sendiri dan membuat kita defensif, pembenci, kasar dan pendendam.

Struktur penindasan di dunia ini berdasarkan pada ketakutan akan maut.  Tirani dapat mendominasi dan melakukan ketidakadilan karena  dapat mengancam rakyat dengan kematian.  Ketika yang kuat menguasai yang lemah, kita melihat cara-cara kematian.

Yesus datang untuk menyatakan apa yang disebutNya Kerajaan Allah, cara kehadiran Allah, perintah Allah.  Ini merupakan perintah, yang berdasarkan kasih Allah yang tidak terbatas dan yang menantang maut.  Dunia yang dipengaruhi oleh kasih yang seperti ini akan seperti apa?  Dunia yang akan berubah secara radikal, revolusioner dan digantikan: “ Surga dan bumi yang baru.”

Apa yang akan terjadi bila kita tidak lagi takut?  Kita akan hidup seperti yang dilakukan oleh para Santo dan Santa – tidak bebas dari penderitaan tetapi tidak terpengaruh olehnya.  Kita akan tahu bahwa kita dikasihi oleh kekuasaan yang melebihi maut dan ini akan memenuhi kita dengan kegembiraan yang tidak terbatas.