Renungan 2016: Hari Minggu Pra Paskah V

Renungan di bawah ini merupakan terjemahan dari http://www.lentreflections.com/

Kambing Hitam


Baru-baru ini saya berduka dengan meninggalnya filsuf Perancis RenĂ© Girard, karena saya sangat terpengaruh dengan inspirasinya pada grup psikhologi dan mekanisme kambing hitam.  Dia mengatakan bahwa sebuah komunitas terbentuk ketika berbagai orang, yang tidak suka satu dengan yang lain, menyatu karena rasa benci satu dengan yang lain.   
Kita dapat melihat apa yang dikatakan Girard pada semua level, dari yang paling personal sampai yang paling kolektif, dari keluarga-keluarga sampai ke bangsa-negara bagian.  Betapa sering ada “kambing hitam” dalam sebuah keluarga?  Dia memainkan peranan yang sangat penting dalam stabilitas dan identitas keluarga.

Apa satu-satunya yang membuat dua peneliti mempunyai pendapat yang sama?  Begitu jeleknya peneliti ke-tiga!   Demikian juga, apa satu-satunya yang membuat dua orang musisi mempunyai pendapat yang sama?  Betapa jeleknya komposisi musisi yang lain.

Dinamika ini ada dalam cerita yang paling indah dalam Kitab Perjanjian Baru: Perempuan yang Berzinah (yoh 8: 1-11), yang merupakan bacaan hari ini.  Kita baca bahwa mereka menangkapnya ketika sedang berbuat zinah.

Hal pertama yang mengejutkan adalah, dimana mereka berada sehingga bias menangkapnya ketika sedang berbuat zinah?  Tindakan mereka mengintip mereka yang berbuat zinah sangatlah mengejutkan. 

Kemudian mereka bersama-sama melaporkan kasus ini kepada Yesus dengan rasa antusias yang besar.

Apa yang dilakukan Yesus di depan massa yang sedang mencari pelepasan dari ketegangan?  Pertama, dia membungkukkan badan dan menulis di tanah.  Hening sejenak sebagai bentuk penolakan untuk bekerjasama adalah gerakan pembuka yang sangat baik.  Tetapi tulisan yang misterius mungkin mengindikasikan sesuatu yang lain:  menuliskan dosa setiap orang dalam kelompok, sebagaimana diduga oleh beberapa para Bapa Gereja.


Kemudian Yesus berkata, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Dia memaksa mereka untuk membalikkan pandangan penuh tuduhan mereka kepada diri mereka sendiri.  Mereka seharusnya dengan jujur menyebut dan menghadapi gangguan fungsi dalam diri mereka sendiri dan bukan mengarahkan kekerasan mereka kepada kambing hitam.  Kisah ini, sebagaimana semua kisah dalam Injil, member tanda akan kisah besar yang kita hadapi.  Yesus akan dihadapkan pada kematian oleh massa berdasarkan kekerasan kambing hitam.  Tetapi dia menyerap dan menjinakkan kekerasan dengan mengorbankan dirinya.