Homily: Final Vows Ceremony 2016

By Fr. Brian Barrons, MM
(Terjemahan dalam bahasa Indonesia tersedia di bagian bawah)


In the Gospel we heard, “Jesus rejoiced in the Holy Spirit and said, ‘I thank you, Father, Lord of heaven and earth, because you have hidden these things from the wise and the intelligent and have revealed them to infants; yes, Father, for such was your gracious will.’” 
As Jesus was saying this, he was full of JOY! We read He Rejoiced in the Holy Spirit!! Joy as we know is one of the first fruits of the Spirit.
Today we are gathered here to witness and to celebrate the final vows of a woman who I can best describe as a person of Joy. Jesus was filled with joy, Luke tells us.  Luke also writes in Acts 13: 52 that the disciples too were filled with joy of the Holy Spirit. Sr. Anastasia since I first met her, a number of years ago has been, for me and for so many others, many of whom are here today, a person of joy. Real Joy!!
Mother Mary Joseph, the foundress of Maryknoll Sisters, would be proud of how this Good Sister has made God’s Love Visible. She has made God’s Love Visible here in Hong Kong….with prisoners, with migrants, with people attending seminars, with those who are suffering and those who are in need. She has made God’s Love Visible in the Mainland….in Shenzhen and in other places. She has made God’s Love Visible to all she has met.
So on the Feast of Saint Therese in the Church of Saint Therese, we are here today for the final vows and we too are full of joy.  Saint Therese of the Child Jesus, Virgin and Doctor of the Church, is one of the most beloved saints.  She believed that she did not have much to offer to God, except love. 
She felt lowly and small and, in many ways, she was.  She was truly a simple person.  Sr. Anastasia, I hope you will continue to be joyful, simple and share your great love for God with others.  Let St. Therese be one of your guides!
In the first reading today, the Book of Job, we know that we’re introduced to a number of individuals who think they know a lot more than they really do.  Take Job’s friends, for example.  They think they know everything.  They certainly have God and his ways all figured out.  They have no problem explaining everything to Job.  Of course, they did not know what they were talking about.  Job, on the other hand, knew what they were saying was wrong but he still wondered why God has allowed his misery.  On more than one occasion, he challenges God to explain himself.  In the end, Job admits that he has been dealing “with great things that I do not know, I do not understand; things too wonderful for me, which I cannot know.”  God’s ways are simply not our ways; God’s thinking is not our thinking.  Job has come to the beginning of wisdom – when he realizes that his knowledge is as nothing before the Lord.
Like Job, Sr. Anastasia has learned much during her years of formation…the words of Job could be her own after hearing the call, responding to the call, living in community and experiencing the Lord at work in mission. She could echo the words of Job:
I know that you can do all things,
and that no purpose of yours can be hindered.
I have dealt with great things that I do not understand;
things too wonderful for me, which I cannot know.


Sister Anastasia, the work that our Lord has begun in you, he will surely see through to the final day! If I could offer you one piece of advice, only one piece of advice, I will say this, as a sister, Pray, pray, and pray, never stop praying.  And I hope and I pray…that in this great church full of people who hope and pray with me, that God will continue to bless with peace, happiness and fulfillment in all that you do. I pray that the Joy so many of us have witnessed in your ministry as a Sister will be experienced by many many many more people in the years to come.  The Joy, you have, is contagious! That Joy is healing! That Joy is refreshing! That Joy makes God’s Love Visible.

===================================================
Dalam bacaan Injil kita mendengar, “Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ‘Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.’” 
Ketika Yesus mengatakan ini, dia penuh dengan SUKACITA!  Kita mendengar bahwa Dia Bergembira dalam Roh Kudus!  Sukacita, sebagaimana yang kita tahu, adalah salah satu buah pertama Roh.
Hari ini kita berkumpul di sini untuk menyaksikan dan merayakan kaul kekal seorang wanita, yang bisa saya gambarkan sebagai seseorang yang dipenuhi dengan sukacita.  Yesus dipenuhi dengan sukacita, sebagaimana dikatakan oleh Lukas.  Lukas juga menulis dalam Kisah Para Rasul 13: 52 bahwa para murid juga dipenuhi dengan sukacita Roh Kudus.  Sr. Anastasia, sejak pertama saya bertemu dengannya, beberapa tahun yang lalu, telah menjadi bagi saya dan bagi banyak orang lain, banyak diantara mereka ada di sini hari ini, seseorang yang dipenuhi dengan sukacita.  Sukacita yang sesungguhnya!!
Mother Mary Joseph, Ibu Pendiri Maryknoll Sisters, akan bangga melihat bagaimana Suster yang baik ini telah membuat kasih Allah nyata ketika berada di Hong Kong…bagi para narapidana, bagi para migran, bagi mereka yang menghadiri seminar, bagi mereka yang menderita dan memerlukan bantuan.  Dia telah membuat kasih Allah nyata ketika berada di Tiongkok…di Shenzhen dan tempat-tempat lain.  Dia telah membuat kasih Allah nyata kepada siapa saja yang dia temui. 
Jadi pada perayaan Santa Theresia di Gereja Santa Theresia, kita berada di sini hari ini untuk acara kaul kekal dan kita juga dipenuhi oleh sukacita.  Santa Theresia Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Doktor Gereja, adalah salah satu Santa yang sangat dicintai.  Dia percaya bahwa dia tidak mempunyai banyak hal untuk dipersembahkan kepada Allah, kecuali kasih.
Dia merasa rendah dan kecil dan dalam banyak hal, dia begitu adanya.  Dia sungguh orang yang sederhana.  Sr. Anastasia, saya berharap kamu akan tetap bersukacita, sederhana dan membagikan kasihmu yang sangat besar kepada Allah, kepada sesama.  Biarlah Santa Theresia menjadi salah satu pembimbingmu!
Dalam bacaan pertama hari ini, Kitab Nabi Ayub, kita tahu bahwa kita diperkenalkan dengan beberapa orang yang berpikir bahwa mereka tahu lebih banyak, padahal tidak demikian adanya.  Sebagai contoh, teman-teman Ayub. Mereka berpikir mereka tahu segalanya.  Mereka menduga Allah dan jalan-jalanNya dengan penuh keyakinan.  Mereka tidak bermasalah ketika menerangkan segalanya kepada Ayub.  Dengan pasti dapat dikatakan bahwa mereka tidak mengetahui apa yang mereka katakan.  Ayub, sebaliknya tahu bahwa apa yang mereka katakan adalah salah tetapi dia masih tidak mengerti mengapa Allah membiarkan semua kesengsaraannya terjadi.  Lebih dari satu kesempatan, dia menantang Allah untuk menjelaskan-Nya.  Pada akhirnya Ayub mengakui bahwa dia telah berhubungan dengan,  "hal-hal besar yang tidak aku ketahui, yang tidak aku mengerti; hal-hal yang terlalu ajaib bagiku, yang tidak aku ketahui.” 
Seperti Ayub, Sr. Anastasia telah belajar banyak selama masa formasi…Kata-kata Ayub dapat menjadi kata-katanya setelah mendengar panggilan, menjawab panggilan, hidup dalam komunitas dan mengalami Tuhan dalam pelayanannya di tanah misi.  Dia dapat menyetujui kata-kata Ayub:  Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Aku telah berhubungan dengan hal-hal besar yang tidak aku mengerti,  hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. 
Suster Anastasia, Tuhan akan melihat tugas, yang telah dimulai Tuhan dalam dirimu, sampai akhir jaman!  Kalau saya dapat memberikan satu nasehat, hanya satu nasehat, saya akan mengatakan hal ini, sebagai seorang Suster, berdoa, berdoa, dan berdoalah, jangan pernah berhenti berdoa.  Saya berharap dan berdoa…bahwa dalam gereja yang besar ini, penuh dengan orang-orang yang berharap dan berdoa bersama saya, agar Allah memberkatimu dengan damai, kebahagiaan dan kepenuhan dalam semua yang engkau lakukan.  Saya berdoa agar sukacita, yang telah disaksikan oleh kebanyakan dari kita dalam pelayananmu sebagai seorang Suster, akan dialami oleh lebih banyak lagi orang di masa yang akan datang. Sukacita, yang kamu miliki, itu menular!  Sukacita itu menyembuhkan!  Sukacita itu menyegarkan! Sukacita itu membuat kasih Allah nyata.