Liputan: Hidup Menggereja Umat Indonesia di Guangzhou










Dalam rangka menjawab kerinduan untuk mengalami penyegaran rohani dan mengundang untuk berkomunitas sehingga dapat tergerak untuk melakukan pelayanan, maka PDKK Hati Kudus Yesus Guangzhou-China mengadakan retret tahunan pada tanggal 14-16 Oktober 2011. Retret, yang bertema Hidupmu Sungguh Berharga di MataNya, ini dibuka dan ditutup dengan dengan Misa Kudus di Kapel Our Lady of Lourdes di Pulau Shamian, yang dipimpin oleh Rm. B.R. Agung Prihartana, MSF. Retret diadakan di daerah Baiyun-Guangzhou ini juga dibawakan oleh Bapak Joppy and Ibu Yvonne Taroreh serta Bapak Haryanto Onggodiputra. Ke-empat pembimbing retret dari Komunitas Gratia ini khusus datang dari Jakarta dengan biaya sendiri, untuk mendampingi 52 orang peserta retret termasuk panitia. Topik-topik yang disampaikan oleh para pembimbing adalah Aku ciptaan Tuhan yang unik, Keistimewaan umat pilihan Allah, Proses umat pilihan Allah, Lain dulu lain sekarang, Hidupku berharga, “What’s next?” Selain itu ada sesi penyembuhan luka batin, pencurahan Roh Kudus dan Sakramen Tobat.
Persiapan retret sudah mulai dilakukan sejak bulan Juli 2011 dengan pembentukan panitia, mencari pembimbing retret melalui Badan Pelayanan Nasional Pembaharuan Karismatik Katolik dan dana. Pencarian dana antara lain dilakukan dengan membuat dan menjual makanan Indonesia.
Monica L. Bunardi selaku ketua retret mengatakan merasa sangat bersyukur dan sangat senang sekali retret ini mendapat respons yang sangat baik dan sangat antusias dari seluruh peserta. Dia juga mengatakan bahwa sebagian besar anggota PDKK adalah anak muda yang jauh dari orang tua, yang tidak terlalu mengerti soal ajaran gereja Katolik dan tinggal di Negara komunis, sejujurnya sangat membutuhkan akan siraman rohani. Dia pribadi sangat berterima kasih pada Om Joppy dan Tante Yvonne Taroreh, Om Haryanto Onggodiputra dan Rm B. R. Agung Prihartana, MSF, yang sudah bersedia melayani di Guangzhou. Dia berharap retret ini bermanfaat bagi para peserta terutama dapat menyadari bahwa seburuk apa pun kita, kita sangat berharga di mata-Nya.
Bapak Joppy dan Ibu Yvonne Taroreh mengatakan sangat bersyukur mendapat kesempatan boleh melayani di Guangzhou. Ternyata kaum muda, di tengah-tengah kesibukannya, masih meluangkan waktu mencari Tuhan, walaupun untuk beribadah di Guangzhou masih dibatasi.
Romo B.R. Agung Prihartana, MSF mengatakan anak-anak di Guangzhou sangat aktif dalam membekali diri mereka dengan pengetahuan iman katolik dan penghayatannya. Kegiatan sel, yang diisi dengan sharing Firman, dan Apalogetik memperlihatkan bahwa mereka memiliki cinta pada iman katolik. Mereka mengakui sangat minim pengetahuannya, maka mereka dalam kebersamaan komunitas berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Dalam retret, beliau melihat antusiasme mereka, tanpa istirahat siang mereka tetap bersemangat dan penuh perhatian dalam mendengarkan renungan yang dibawakan pendamping retret. Beliau merasa, semangat mereka ini perlu ditanggapi secara serius oleh Gereja. Mereka butuh pendamping rohani, terutama pelayanan sakramen-sakramen, khususnya ekaristi dan tobat. Luar biasa, di tengah hiruk pikuknya modernitas di Guangzhou, anak-anak muda ini berjuang memperkokoh iman katolik mereka.
Bapak Haryanto Onggodiputra mengatakan respons dari umat yang ikut retret bagus, dan beliau senang melihat mereka begitu haus akan lawatan Tuhan dan haus untuk bertumbuh dalam pengenalan akanTuhan. Banyak pemulihan dari luka-luka batin dengan orang tua, eks pacar, saudara dan juga lewat Sakramen Tobat.
Hendra, salah satu peserta retret yang baru dibaptis pada Paskah 2011, mengatakan dia merasa imannya bertumbuh dengan sangat pesat berkat retret, rasa rindu untuk berhimpun dengan saudara seiman selama di Guangzhou akhirnya bisa terpuaskan. Tuhan bekerja banyak pada dirinya selama retret, mengampuninya, memberikan rasa damai dan ketentraman serta merasakan berkat pencurahan Roh Kudus yang sangat berlimpah, sehingga mempunyai kerinduan untuk terus memuji dan menyembah Tuhan setiap saat. Dia bisa menyanyi dan memuji Tuhan dengan semangat yang menggebu-gebu bila sedang sendirian di kamar. Ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar, yang belum pernah dia rasakan sebelum mengikuti retret ini.
Karina, salah seorang peserta retret yang baru datang ke Guangzhou untuk belajar Mandarin mengakui kepintaran panitia dalam mengundang pembicara-pembicara yang bermutu dan kesopanan panitia dalam mengajak orang untuk bergabung dalam acara-acara PDKK. “Pokoknya bagus banget deh” sambungnya.
Retret adalah salah satu kegiatan rohani PDKK Hati Kudus Yesus di samping Persekutuan Doa sebulan dua kali bertempat di aula Konsulat Jendral RI, pertemuan komunitas sel, yang ada di tiap Universitas, seminggu sekali dan Misa bahasa Indonesia. Misa bahasa Indonesia, biasanya diadakan dengan mendatangkan imam dari Xiamen, Beijing bahkan Indonesia. Tim Thomas Paroki Tomang Jakarta dan Heman Salvation Ministry Surabaya juga pernah datang melayani di Guangzhou dengan biaya sendiri.
PDKK Hati Kudus Yesus juga mengadakan kegiatan pelayanan orang sakit, atau yang biasa dikenal dengan POS, kepada beberapa orang Indonesia yang sedang menjalani perawatan kanker di Guangzhou termasuk bernyanyi bersama, mendoakan, membagikan Komuni Kudus dan mendampingi keluarganya bila pasien yang bersangkutan meninggal. Di samping itu juga mengadakan kunjungan ke penderita cacat mental untuk bermain dan membantu mereka bekerja serta kunjungan ke penderita kusta. Ada juga kegiatan bersama dengan kelompok mahasiswa Katolik China.
Selain kegiatan rohani dan sosial, PDKK Hati Kudus Yesus juga mengadakan acara wisata dan olah raga bersama.
PDKK Hati Kudus Yesus dibentuk dengan pemikiran bahwa dengan semakin bertambahnya jumlah umat Katolik Indonesia yang datang dan tinggal di Guangzhou, baik untuk belajar, bekerja maupun berobat, maka dibutuhkan suatu wadah bagi mereka untuk berkumpul dan bersama-sama bertumbuh dalam iman, di samping itu untuk menjembatani kendala bahasa yang dialami dalam mengikuti peribadatan, baik Misa Kudus maupun diluar Misa Kudus. PDKK ini terbentuk atas inisiatif beberapa mahasiswa Katolik Indonesia di Guangzhou, pada tanggal 25 Desember 2009. Tentunya ini tidak lepas dari bimbingan Roh Kudus dan kehendak Allah sendiri. Komunitas ini memiliki visi agar setiap anggotanya menjadi garam dan terang dunia (Mat 5:13-14), dimana setiap anggotanya dapat bertumbuh dalam iman dan cinta akan Kristus dan gereja-Nya dan mencerminkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi saksi nyata bagi dunia.
Tulus Budi Lestari selaku ketua PDKK periode 2011-2012 menyatakan: “Saya bersyukur Tuhan memberikan saya kesempatan untuk bergabung dalam PDKK. Komunitas dimana kami belajar untuk saling menguatkan dan mengingatkan, melayani dan memberi, dan menjadi satu keluarga dalam Yesus Kristus. Menilas balik perjalan PDKK, kami bisa merasakan bahwa Tuhan sendirilah yang menjadi pembimbing kami selama ini, dan Ia sendirilah yang terus mencukupkan kebutuhan komunitas kami. Dalam segala keterbatasan yang kami miliki, Tuhan mengajarkan pada kami arti percaya sepenuhnya pada kuasaNya."
Dalam Anggaran Dasar-nya, dinyatakan bahwa arti lambang PDKK Hati Kudus Yesus adalah Api melambangkan Roh Kudus, hati yang berwarna merah melambangkan Hati Kudus Yesus, duri melambangkan sengsara dan penderitaan Kristus, dan cahaya melambangkan terang dan garam dunia. Empat belas sinar adalah tujuh ditambah tujuh, yaitu kesempurnaan janji Allah dalam Perjanjian Lama dan kesempurnaan dalam penggenapannya dalam Perjanjian Baru. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan api Roh Kudus dan semangat kasih yang bersumber dari Hati Kudus Yesus dan kekuatan yang berasal dari peringatan akan Kisah Sengsara Yesus, organisasi ini akan menjadi terang dan garam dunia dalam memperluas Kerajaan Allah yang ada di Guangzhou. Selanjutnya dikatakan bahwa PDKK Hati Kudus Yesus berlandaskan pada Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja, dengan semangat Pancasila dan tidak mengabaikan toleransi dengan agama-agama lain. Pelindung PDKK adalah Santo Yosep, dimana seperti Yesus yang lahir pada hari Natal dilindungi oleh Santo Yosep sehingga Yesus bertumbuh besar dan berkarya menjadi berkat bagi seluruh dunia. Maka, diharapkan Komunitas, yang lahir pada hari Natal, ini juga dilindungi oleh Santo Yosep sehingga Komunitas ini bertumbuh besar, berkarya dan menjadi berkat bagi dunia.
Bagi mereka yang ingin belajar, berobat atau melayani di Guangzhou bisa menghubungi PDKK Hati Kudus Yesus di telepon nomer +8613600063424 atau email pdkkhkygz@yahoo.com.

Guangzhou, November 5, 2011


Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.
Let’s do simple things with simple love to make God’s love visible

P.S. Sebagian dari liputan ini dimuat di Mingguan HIDUP 6 November 2011