Search This Blog

Sharing: Ministry without Border part II


Here is the scope of my ministry without border:

1. Set up We Chat Group chatting as follows:

A. 6 groups chatting for the youth based on the city  (Shenzhen, Guangzhou, Shantou etc, Foshan, Dongguan, Small Guangdong), total more than 360 members
B. 3 groups chatting for Single Catholics (Under 40 yo, under 30 yo and Northern Catholics), total more than 400 members
C. 1 group chatting for above 35 yo Single Catholics, 17 members
D. 1 group chatting for Looking for Dating, total 28 members
E. 1 group chatting for Marriage Preparation Program, total 7 members
F. 1 group chatting for Alumnae of Marriage Preparation Program, total 45 members
G. 1 group chatting for Participants of Renewal of Marriage Vows, total 21 members
H. 3 group chatting for Priests and 1 group chatting for seminarians, total 112 members
I. 1 group chatting for Sisters, total 45 members
J. 1 group chatting for married parishioners in Shenzhen, total 115 members
K. 1 group chatting for parishioners outside Shenzhen, total 53 members
L. 1 group chatting for everyone who is adding me as friend through the group chatting, total 36 members

I categorized my We Chat contacts (almost 1,500 contacts) and deleted almost 100 contacts last month as they added me as friend but never let me know their names and now I have 1,480 contacts.

Many youth doesn’t want to enter Single Catholics group as they don’t want to be too serious in looking for boyfriend/girlfriend yet so I invites all the members of Single Catholics group to enter Youth group based on the city so they have double membership even though many didn’t interested to do so.

         2. Create posters to be forwarded to the group chatting (also available in English and Indonesian for my English social media)

3. Online 3 Sessions Marriage Preparation Program total 15 hours through Teng Xun Hui Yi because one of the couples will have sacrament of matrimony in early October.   Its not easy as the internet connection sometimes was not stable.  I even went to St. Jerome’s Church but their internet connection was not better than ours.  Here is the sharing of the participants after the program:

参加婚前辅导前,我们的想法是如果两个人相爱,就在一起,如果有一天不爱了,那就分开,硬生生的绑架在一起更痛苦,对家庭和孩子都没有好处。特别是经常看到那么多夫妻离婚的,觉得分开也不是什么坏事。  通过参加圣家堂婚姻辅导,听到过来人的见证,我们相信婚姻和生活从来都不是一帆风顺的,而是有困难的,在困难面前,我们要坚定不移的相信天主的爱,相信天主会赐给我们勇气和力量,去努力奋斗战胜一切,天主是忠信的,不会给我们超过我们所能承受的,不要害怕。夫妻在天主的爱内,齐心协力的解决问题才是最简单可行的办法,比分开或争吵更省力气。
       通过圣家堂婚前辅导,静心感受到彼此是双方最美的礼物。我们也理解到未来婚姻生活还很漫长,婚前婚后的生活是不一样的,婚后难免会碰到许多生活上不同习惯造成的问题,我们应相互包容,相互容忍,相互交谈 相互分享。同时在日常生活中,要给予双方一定的私人空间。 制定共同的目标,组建属于我们的幸福家庭。(林衍堃&林莉 2020.9.20)

4. Join Group Chatting of more than 158 groups with more than 53,900 members for both We Chat and QQ as a platform to forward Churchs related information.

5. Provide Information for Holy Family Church Public Domain

6. Online Single Catholics Gathering

7. Online Prayer and Counseling

Several parishioners and coordinator of Shenzhen Volunteer in Luo Hu hospital asked several times when will I go back to Shenzhen.  I only can pray that Hong Kong will be government will apply the health code system for cross border travellers so I can return to Shenzhen soon without mandatory quarantine together for 14 days.


Hong Kong, Sep 22, 2020



Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.

Let's not buy things with the money we don’t have to impress people we don’t know.

Article: Napi Dijebak Narkoba Bebas di Pengadilan Tinggi Hong Kong

Link di bawah ini adalah kisah 2 orang wanita yang mendapat vonis bebas dari Pengadilan Tinggi Hong Kong karena dijebak orang orang Nigeria, dengan diminta untuk mengambil narkoba di kantor pos atau ditawari berlibur ke negara lain (misalnya bertemu di Cambodia, diajak berlibur ke Ivory Coast) lalu koper sudah diisi narkoba untuk dibawa ke negara lain (misalnya ke Malaysia transit di Hong Kong):

Saat ini seorang wanita Indonesia, yang ditangkap ditangkap pada bulan Juli 2020 lalu,  berada di Tai Lam Center for Women setelah diminta temannya (orang Indonesia yang punya pacar bernama Desmond untuk mengambil paket.

Sejak tahun 2013, saya sudah bertemu sekitar 16 orang wanita Indonesia di Tai Lam center for Women (salah satu penjara wanita di Hong Kong) yang terkena masalah narkoba baik pemakai atau dijebak orang lain.  Jumlahnya pasti lebih dari ini karena saya mengunjungi napi wanita yang berbahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin, yang tidak mendapat kunjungan lebih dari 3 bulan.

Mohon hati-hati dalam berteman (termasuk orang Indonesia) terutama bila diminta tolong untuk mengambil/menerima paket. Jangan sungkan menolak, baik secara halus maupun terus terang.


Hong Kong, Sep 20, 2020



Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.

Let's not buy things with the money we don’t have to impress people we don’t know.

Sharing: Behind 2020 Profile Pictures

          Here is my 2020 profile picture:


 Top Left: Mother Mary Joseph (October 27, 1882 - 5 October 5, 1955), Foundress of Maryknoll Sisters of St. Dominic Inc., the first group of Catholic Sisters in the United States founded for overseas mission

Top Right: St. Therese of Lisiuex (Feast Day: October 1), Patron saint of Missionaries  Her “little way” inspired me to write my motto “Let do simple things with simple love to make God’s love visible.”  I made my final vows on her feast day at St. Theresa’s Church - Kowloon Tong Hong Kong in 2016.

Middle: I was wearing the Chinese clothing, which could be worn for free in a restaurant during our Single Catholics gathering in Shenzhen.  One of the participants Ms. May asked me turned around for the picture so that the clothing will be waving.  My favorite picture!

The three of us is “United in Love for Mission.”  Mother Mary Joseph was inspired in 1904 by graduating Protestant students preparing to leave for missionary work in China.  St. Therese of Lisieux’s physical life on earth was anchored to the cloister but her missionary heart burning with zeal for souls was already in the mission fields and distant lands.  I am a missionary sister in China region.

The background is Pink Lily flower because it’s my favorite flower besides jasmine flower.  My Chinese name is 莉莉 (Li Li) from the character of jasmine 茉莉.

I was inspired to use “因爱同” for my Chinese social media when I saw a booklet of Caritas Family Service.  I also changed my profile name to “爱同” (=Walking together because of Love) from “爱与生命” (=Love and Life).

I asked one of the volunteers Mr. Cai to edit my design last February 2020 because I couldn’t edit the background of my “Love” symbol transparent besides he is an expert on design.  I edited his version this month because I found the Chinese motto “因爱同” and I learned how to edit the background of a picture to be transparent.  Here is his version: 

Here is my profile picture for Chinese social media and QR code of my profile in Maryknoll Sisters’ website:

I was impressed with this Mother Mary Joseph’s picture when I saw it back in 2006 because she was smiling.  Recently I realized that both of us have similar pose in the picture so I combined it to be looked like I walk behind Mother Mary Joseph as below:  


Hong Kong, Sep 12, 2020



Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.

Let's not buy things with the money we don’t have to impress people we don’t know.

Poster: 2020 Season of Creation Prayer (In English and Indonesian)


Article: Sustainable Preaching Suggestion 23rd Sunday in Ordinary Time (in English, Indonesian and Chinese)


by Bishop Geoff Davies, South Africa

Terjemahan bahasa Indonesia: Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.

“Cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri… Cinta adalah pemenuhan hukum”.

Dalam masyarakat modern sekarang ini, kita perlu bertanya kepada diri kita sendiri - siapa sesama saya? Sesama kita adalah masyarakat yang tinggal di hilir sampah kita. Sesama kita adalah mereka yang terkena dampak perubahan iklim karena pilihan energi atau pengembalian investasi kita. Sesama kita adalah generasi yang akan datang, yang akan hidup di dunia yang suram dan tandus karena masyarakat konsumeris kita. Sesama kita adalah juga semua makhluk hidup yang membentuk web kehidupan tempat kita bergantung dan yang diserahkan Tuhan untuk kita jaga.

Kita dihadapkan pada pertanyaan teologis baru untuk jaman kita - bagaimana kita menanggapi anggota Gereja yang berdosa terhadap ciptaan Allah? Sudah lama Gereja memusatkan perhatian pada dosa individu, khususnya dosa seksual. Namun gaya hidup kita menghancurkan web kehidupan dan melukai masyarakat yang paling rentan.

Patriark dari gereja Ortodoks mengatakan ini:

Secara tradisional kita menganggap dosa hanya sebagai apa yang dilakukan orang kepada orang lain. Namun, menghancurkan keanekaragaman hayati dalam ciptaan Tuhan; menurunkan integritas bumi dengan berkontribusi terhadap perubahan iklim, dengan melucuti bumi dari hutan alamnya atau menghancurkan lahan basahnya; mencemari air bumi, tanah dan udara - semua ini adalah dosa. "

Pertanyaannya sangat mendalam - bagaimana kita menantang saudara-saudari kita di dalam Kristus untuk berhenti berdosa terhadap ciptaan dan generasi yang akan datang?

Bagaimana kita mencintai sesama kita dalam krisis ekologi saat ini? Sudah terlalu lama teologi, pemberitaan dan pelayanan gereja terlibat dalam pekerjaan ambulans, berusaha untuk menyembuhkan kerusakan yang disebabkan oleh perilaku buruk yang berpusat pada diri sendiri. Kita tahu bahwa kita harus memberi makan yang lapar - tetapi pertanyaannya saat ini adalah "bagaimana kita menghentikan agar orang tidak lapar?" Bagaimana kita menegakkan keadilan dan kesetaraan bagi semua orang dan seluruh kehidupan? Ada cukup sumber daya di planet ini untuk kebutuhan kita, tetapi tidak cukup untuk keserakahan kita (Mahatma Gandhi). Kehancuran kehidupan planet bukanlah kehendak Tuhan. Ini harus diwartakan dengan lantang dari setiap mimbar Gereja dan pembelajaran Alkitab di seluruh dunia. Kepedulian lingkungan harus menjadi prioritas.

Gereja di masa lalu khawatir bahwa dalam merawat alam, kita mungkin dituduh sebagai Pantheisme - yaitu penyembahan terhadap alam. Yang dibutuhkan adalah Panenteisme, yaitu “Tuhan dalam segala hal”. Semua kehidupan adalah sakral dan kita harus menyadari bahwa kita adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan yang lain, bagian dari web kehidupan. Kita merusak web kehidupan, dengan menimbulkan kepunahan, yang mengarah pada kematian kita sendiri.

Ini bukanlah kehendak Tuhan. Ada orang yang berkata bahwa mereka ingin mempercepat kedatangan Yesus yang kedua kali. Itu hanya bisa terjadi pada waktu Tuhan. Saat ini, kita mendatangkan “akhir dunia” sebagaimana kita memahami kehidupan di planet ini. Ini bukanlah rencana Tuhan. Marilah kita menyadari perlunya tindakan yang cepat untuk merawat kehidupan.

Kita diperintahkan untuk mencintai sesama kita, yang rentan, generasi mendatang dan seluruh web kehidupan. Untuk melakukannya, kita harus secara sadar berusaha hidup dalam harmoni dengan Tuhan, dengan satu sama lain, dan dengan alam. Dan kita harus menjadi teladan bagi seluruh umat manusia bahwa kita harus berhenti bersikap terlalu egois dalam cara kita memperlakukan alam dan sesama manusia.

Doronglah komunitas Anda untuk mendirikan Komunitas Ramah Lingkungan, sehingga Anda dapat terus mendapat informasi tentang masalah sosial dan lingkungan, dan mendorong otoritas politik, lokal dan nasional, untuk mengakui tanggung jawab mereka terhadap lingkungan dan untuk mengambil tindakan yang sesuai. Dengan menegakkan Keadilan Lingkungan, yaitu keadilan ekologi dan ekonomi, kita akan mengatasi kesenjangan sosial dan kemiskinan yang parah, yang ada di dunia kita saat ini.

Empat puluh persen makanan terbuang setiap hari sementara dua setengah miliar orang kelaparan. Periksalah gaya hidup Anda dan berkomitmenlah untuk mengurangi limbah makanan.

Kita harus membangun cagar alam, baik di darat maupun di lautan, sehingga semua ciptaan Tuhan tidak hanya dapat bertahan tetapi berkembang. Terhubunglah dengan cagar alam terdekat, tanamlah tanaman asli dan jangan menggunakan pestisida yang merusak keanekaragaman hayati.

Janganlah membuang sampah sembarangan - ini adalah bentuk penghujatan kontemporer, terlalu banyak untuk dunia-Mu Tuhan saat kami membuang plastik keluar dari jendela mobil. Berkampanyelah untuk mengakhiri kemasan plastik sekali pakai dan mendukung penggunaan wadah yang bertanggung jawab dan yang dapat dipakai ulang.

Mengadvokasi penghentian pemakaian bahan bakar fosil. Kita telah diberi semua energi yang kita butuhkan melalui sumber energi yang dapat diperbaharui, yaitu dalam angin yang bertiup dan matahari yang menyinari kita setiap hari.

Bersikeraslah melakukan praktek penangkapan ikan yang berkesinambungan.

Kurangilah konsumsi daging Anda. Cara memproduksi daging modern kejam dan merupakan penyebab utama emisi gas rumah kaca.

Menyelesaikan krisis ekologi planet bukan lagi masalah yang bisa kita serahkan kepada para ilmuwan. Karena kita semua adalah bagian dari masalah, maka kita semua juga bagian dari solusi. Kita semua harus memahami kekuatan yang telah menciptakan krisis ini dan sumber daya dalam tradisi kita, yang dapat memotivasi kita untuk menyelesaikan krisis ini. Salah satu tradisi itu adalah warisan Alkitabiah kita. (Uskup Agung Desmond Tutu

Bersama Bapa Paus Fransiskus, marilah kita mendengar “Tangisan orang miskin dan Tangisan Bumi dan berkomitmen untuk mencintai sesama kita.

Here is the Chinese version:

Here is the link of the rest of the year: