Renungan: Menang Terhadap Godaan

(Kej 2:7-9.3:1-7; Rm 5:12-19; Mat 4:1-11)
Shalom!
Saya akan menerjemahkan penjelasan dari Christian Community Bible seputar bacaan pertama. Bagi kita, Laki-laki dan Perempuan di Taman Eden, adalah seperti sebuah mimpi tentang kehilangan kebahagiaan, tetapi ini bukan yang dimaksudkan pengarangnya. Pada masa itu, orang tidak bertanya: Kemana kita pergi? Mereka berpikir hanya dalam kerangka masa lalu: pada awalnya, Allah atau allah-allah telah membentuk semuanya sebagaimana seharusnya dan kemudian semuanya berjalan dengan baik. Karenanya cerita tentang pasangan pertama adalah seperti cermin dimana orang menemukan kembali keberadaan umat manusia, pilihan-pilihan mereka dan masa depan mereka. Konsekuensinya, kita seharusnya tidak berpikir bahwa manusia pertama seperti Tarzan, Adam, yang dosanya membawa semua pencobaan kepada kemanusiaan. Beberapa Bapa Gereja seperti St. Irenaneus, mempunyai perspektif yang lebih baik ketika mereka mempertimbangkan bahwa sejarah manusia diarahkan oleh pengajaran akan Allah, yang ambisi utamanya adalah untuk mempercepat pertumbuhan “Adam,” atau umat manusia dan untuk membawanya pada kedewasaan. Haruskah kita berbicara tentang dosa Adam atau dosa Laki-laki? Dalam bahasa Ibrani, Adam berarti semua manusia. Ketika kata ini digunakan sebagai nama tanpa artikel, kita mengatakan Adam. Di sini, bagaimanapun Alkitab mengatakan “the” Adam, yaitu Laki-laki, yang adalah manusia. Dalam hal ini, marilah kita mengingat kembali kata-kata Origen, ahli Kitab Suci terkemuka yang hidup pada abad ke 3, yang mengatakan: Mengenai Adam dan dosanya, hanya mereka yang mengetahui bahwa dalam bahasa Ibrani Adam berarti laki-laki, akan sungguh-sungguh mengerti arti sesungguhnya dari cerita ini. Umat manusia dalam harmoni dengan alam semesta, di Taman Eden, Adam adalah seperti sebuah oasis di tengah padang gurun. Dan dengan pasangan yang bersatu, semua yang alami ada dalam keteraturan. Apa arti pohon pengetahuan akan yang baik dan yang jahat? Baik dan jahat berarti: apa yang baik dan berguna dan apa yang tidak. Jadi pohon ini adalah pohon kebijaksanaan, dari seni hidup dan menjadi bahagia. Allah membuka jalan kebijaksanaan di depan umat manusia, tetapi umat manusia mempunyai kebebasan. Apakah mereka akan menolak menjalani jalan itu, tidak menjadi yang tahu dan memutuskan dengan otoritas, apa yang baik untuk mereka. Dalam literatur Timur Tengah, seekor ular adalah makhluk jahat tetapi juga membawa kekuatan ilahi. Pada saat itu, kata kerja “makan” digunakan untuk mengindikasikan belajar dengan hati. Ular mengulang pada manusia, apa yang benar: tidak ada yang terlalu besar untuk mereka, pada saat yang sama ular juga mengarahkan mereka untuk meragukan Allah. Mungkin pengarang menyaksikan eksploitasi wanita dan seni dari orang yang tereksploitasi untuk mengatur tuannya. Melihat bahwa penderitaan tidak dibagi secara merata, dia menyimpulkan bahwa wanita adalah, yang pertama tidak taat. Allah tidak akan menerima alasan laki-laki. Selanjutnya dikatakan bahwa mereka menyembunyikan diri dari Allah. Takut akan Allah muncul sebagai konsekuensi dosa.
Bacaan Injil berbicara tentang pencobaan yang dialami oleh Tuhan Yesus:
a. Pencobaan untuk mengubah batu menjadi roti: berbicara tentang godaan untuk mencari kenikmatan. Pada masa sekarang, bentuknya antara lain: percabulan, judi, kemabukan, pesta pora, internet, ”game”, termasuk juga mundur dari sel / persekutuan / pelayanan/ komunitas ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Apakah kita sungguh mengusahakan untuk menghadiri pertemuan sel.
b. Pencobaan untuk menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah: berbicara tentang godaan untuk mencari nama besar. Pada masa sekarang, bentuknya antara lain: menfitnah, egoisme, dan kesombongan.
c. Pencobaan untuk memiliki seluruh dunia dengan ’hanya’ menyembah iblis: berbicara tentang godaan untuk mencari kekuasaan. Pada masa sekarang, bentuknya antara lain: penyembahan berhala.

Perbedaan dan persamaan antara Adam dan Kristus:
ADAM KRISTUS
1. ketidaktaatan Adam membawa masuk dosa ke dalam dunia yang mengantar orang pada kematian. 1. ketaatan Kristus membawa perdamaian hubungan antara manusia dengan Allah yang mengantar orang pada kehidupan baru.
2. merupakan lambang dari manusia jasmani yang hidup dalam kedagingan. 2. menjadi lambang dari manusia roh yang hidup seturut kehendak Allah.
3. manusia hidup di bawah penghukuman / kutuk. 3. manusia dibenarkan dan hidup dalam kasih karunia Allah.
4. manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup. 4. Adam yang terakhir menjadi Roh yang menghidupkan.
5. sama-sama mengalami pencobaan 5. sama-sama mengalami pencobaan

Godaan selalu hadir dalam hidup kita sehingga kita tidak taat kepada Allah. Bagaimana cara untuk meraih kemenangan terhadap godaan ?
a. Menyadari bahwa kebahagiaan hidup kita bergantung sepenuhnya pada Allah. Jadi, melaksanakan kehendak Tuhan adalah syarat mutlak untuk bisa masuk ke tanah terjanji dan hidup dalam kemenangan. Mau untuk hidup taat, dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana sebagai tanda kerendahan hati untuk mau dipimpin oleh Roh.
b. Belajar dari pengalaman Adam dan Hawa :
i. Tidak bernegosiasi dengan iblis dalam menghadapi suatu tawaran tertentu. Memperkuat diri dengan firman Tuhan sebagai santapan kehidupan kita. Firman Tuhan sanggup membedakan segala pertimbangan dan pikiran hati kita.
ii. Segera ’lari’ dari situasi godaan tersebut sebagaimana dilakukan oleh Yusuf ketika digoda oleh istri Potifar (Kej 39: 11- 13).
c. Berjaga-jaga senantiasa dalam doa & pantang - puasa untuk mematikan kedagingan dan menghidupkan kerohanian.
d. Hidup dalam kasih karunia Allah dan pertobatan terus menerus. Kemampuan untuk melaksanakan kehendak Allah dan hidup benar hanya dapat terjadi karena kasih karunia dan hidup rohani yang terus menerus diberikan kepada kita melalui Yesus Kristus (Ef 2:5). Tuhanlah yang memberikan kehidupan kepada manusia.
Kesimpulan :
a. Sejak awal penciptaan, manusia cenderung untuk hidup memberontak kepada Allah. Pilihan untuk hidup taat dan memberontak sepenuhnya tergantung pada manusia sebagai konsekuensi dari kehendak bebas yang dimiliki. Dengan keputusan pilihan yang berbeda, akibatnya juga berbeda. Ketaatan membawa Berkat dan Kehidupan. Ketidaktaatan membawa Kutuk dan Maut. Sama seperti ketidaktaatan satu orang membawa kematian bagi semua manusia, ketaatan satu orang juga dapat membawa keselamatan bagi banyak orang.
b. Masa Prapaskah = masa pertobatan, masa untuk kita kembali kepada tujuan kita diciptakan yaitu untuk menjadi anak-anak Allah yang sejati.

Guangzhou, 10 Maret 2011

Sr. Anastasia B. Lindawati, M.M.
Let’s do simple things with simple love to make God’s love visible

P.S. Materi renungan ini dari HSM Surabaya, ditulis ulang untuk Komsel Zhongda pada 10 Maret 2011