Opini "Haruskah Saya Segera Menikah..."

karena umur saya sudah berkepala tiga?
karena adik saya sudah menikah dan mempunyai anak?
karena sebagai wanita, saya mempunyai usia biologis untuk mempunyai anak?
karena apa kata orang bila menjadi perawan tua?
bila masih menikmati enaknya masa lajang, bebas melakukan apa yang saya mau?
bila teman-teman mulai menikah satu per satu dan memiliki anak?
bila teman-teman mulai bertanya-tanya kapan akan mengirim undangan?
bila orang tua merasa belum selesai tugasnya bila anaknya belum menikah?
supaya tidak dianggap terlalu pemilih?
supaya tidak disodori calon-calon suami oleh orang tua, teman maupun saudara?
supaya ada yang menemani di waktu tua?
supaya tidak kesepian?supaya tidak perlu lagi bekerja keras sendiri agar dapat memenuhi kebutuhan hidup?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas menjadi pergulatan tersendiri ketika usia saya mencapai kepala tiga, dan ketika teman, saudara, bahkan orang tua mulai mempertanyakan mengapa saya masih sendiri. Apalagi yang dicari, karir bagus, penampilan oke. Pastinya karena terlalu pemilih sehingga masih belum menikah juga.Setiap wanita pasti memimpikan suatu saat nanti akan menemukan lelaki idaman,menikah dengannya, mempunyai anak, hidup bahagia sampai menjadi kakek nenek bersama anak cucu, tetapi pada kenyataannya…
1. Seorang pasutri yang telah menikah puluhan tahun justru menasehatkan untuk menikmati perjalanan liburan ke luar negeri mumpung belum menikah,
2. begitu banyaknya istri-istri yang secara tidak sadar mengatakan betapa enaknya kalau masih single, karena lebih sedikitnya “beban” yang harus ditanggung,
3. seorang teman menyatakan kalau saja tidak ada anak, maka dia akan memilih mundur (bercerai) karena perkawinan yang dijalaninya tidak seperti yang diharapkannya meskipun suami mempunyai karir bagus dan kini mereka telah dikaruniai tiga anak,
4. Dari hasil angket Aura-The Body Shop, hanya 20 persen dari wanita yang sudah menikah menyatakan akan tetap menikah bila tahu pernikahan adalah seperti yang dialami sekarang (3.5% menjawab tidak, 47.6% ragu-ragu dan 29.3% lain-lain),
5. perbedaan dalam cara mengeluarkan pasta gigi saja bisa memicu pertengkaran antara suami dan istri,
6. dengan berjalannya waktu, hubungan suami istri akan berkembang menjadi hubungan persahabatan,
7. lebih dari 50 persen pernikahan di USA berakhir dengan perceraian,
8. semakin tingginya gugatan perceraian yang dilakukan oleh pihak istri
dan sederet lagi kisah buram pernikahan meskipun tidak dapat dipungkiri masih begitu banyak pernikahan yang berumur panjang, yang mencapai perkawinan perak, emas bahkan intan yang sungguh sungguh merupakan keluarga yang bahagiaHidup tidak selamanya seperti yang diinginkan, yang penting adalah bagaimana mengatasi permasalahan yang timbul sehingga menghasilkan kesepakatan menang-menang.
Tidak ada kata terlambat untuk menikah karena pernikahan ….
1. bukan suatu kelas yang harus dihadiri tepat waktu
2. bukan suatu janji bisnis antara laki-laki dan perempuan yang harus tepat waktu
3. bukan suatu kewajiban yang harus dipenuhi pada umur tertentu
tetapi…
1. sebuah perjalanan bersama yang butuh komitmen seumur hidup
2. sebuah pilihan hidup yang boleh dijalani kapan saja
3. seperti halnya tertulis dalam Alkitab bahwa ada orang yang ditakdirkan menikah, dan ada juga yang ditakdirkan hidup melajang
Melajang bukanlah …
1. suatu aib, tapi harus disadari sebagai suatu pilihan hidup untuk diisi dengan hal-hal yang bermanfaat yang mendatangkan kebahagiaan, menekuni hobi misalnya
2. suatu beban yang harus dilepaskan secepatnya karena beratnya hukuman sosial yang diterima
tetapi…
sebuah pilihan hidup para single fun fearless female sampai akhirnya menemukan orang yang tepat, yang membuat saya tidak sanggup hidup tanpa dirinya.

Surabaya, 22 November 2003



Linda AB (linda_ab06@yahoo.com)