Berjalan Bersama Sang Sabda 14 Okt 2011



(Rm 4: 1-8, Mzm 32: 1-2, 5, 11, Luk 12: 1-7

1Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: ''Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. 2Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 3Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah. 4Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. 5Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! 6Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, 7bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

Injil hari ini menceritakan tentang betapa berharganya kita manusia di mata Allah, sampai rambut di kepala kita pun terhitung.

Terkadang tidak mudah menyadari penyertaan Allah dalam hidup kita, terutama karena besarnya rasa egoisme kita. Kita merasa apa yang kita miliki, adalah hasil upaya kita sendiri.

Disadari atau tidak, diakui atau tidak, Allah selalu menyertai kita baik melalui orang-orang yang dihadirkan dalam hidup kita, baik yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai, maupun lewat peristiwa hidup sehari-hari. (abl)

Pertanyaan Refleksi:

1. Apakah saya bisa menyadari penyertaan Allah dalam hidup saya sehari-hari?

2. Bagaimana saya bisa menyadari dan mengakui penyertaan Allah dalam hidup saya sehari-hari?